Mencurahkan semua isi hati, kebahagian, kesedihan, kejutan, apa yang kulihat; kudengar; dan kurasakan.
Sebagian orang akan mengutarakan dengan teman-temannya atau seeorang di dekatnya di dalam bus. Tapi orang-orang seperti aku yang lebih suka menyimpannya, memikirkannya dan agak terlambat untuk mengatakannya akan menumpahkan semuanya itu dalam bentuk kalimat-kalimat.
Jangan berfikir tulisanku ini akan sangat indah, karena aku baru belajar dan tampaknya akan terus belajar seumur hidupku.
Menjadi penulis?
Suatu hari aku ingin seperti itu.
Kau tahu? Duduk disebuah restoran ditemani secangkir kopi, dengan notes dan bolpoin yang siaga mencatat ide-ide yang melintas di kepalaku saat itu. Aku akan menikmati momen itu hingga kopiku habis, malam harinya aku akan sibuk sekali di depan laptopku bahkan makanpun aku tak ingat, aku akan tidur di depan laptopku yang masih menyala. Begitu aku terjadi aku melihat ada e-mail masuk mengatakan bahwa tulisanku yang sudah masuk di meja redaksi sebuah majalah akan segera di muat. Aku hanya tersenyum dan kemudian beranjak untuk berolahraga di kompleks depan rumahku. Lalu aku melanjutkan aktfitasku hingga akhirnya aku kembali ke laptopku.
Indahnya mimpiku, apakah itu muluk? Kurasa tidak! Aku punya apa yang aku butuhkan. Lalu apalagi. Aku hanya tinggal memulai.
