christine
Senin, 15 Januari 2018
Mencoba Energi Positif
Hari yang cerah untuk pagi ini. Tapi sepertinya setelah pulang kerja nanti hariku tidak secerah hari ini. Kevin dibawa pulang ke kampung halaman, mungkin tidak akan lama hanya 3 atau 4 hari. Tapi rasanya di rumah akan terasa sangat sepi dan lebih lagi karena aku belum punya teman ngobrol alias tetangga. Kompleks perumahan yang aneh dengan 16 bangunan yang berdiri hanya aku saja yang punya rumah disitu 4 sisanya kontrak dengan 1 rumah yang ada perempuannya. Ironis sekali. Bayangkan sudah hampir 2 tahun aku menempati rumah itu, tak ada satu orangpun yang tertarik untuk tinggal.
Aku sebenarnya tidak berniat berfikiran negatif. Hanya saja pengaruh dari luar membuatku ikut terbawa suasana.
Aku ingin menghadirkan aura positif dilingkungan rumahku. Agar rumah-rumah itu segera ditempati. Aku hanya kasian dengan Kevin nanti saat beranjak tumbuh tanpa ada teman sebaya di kompleksnya sendiri.
Kevin anak batitaku yang amat sangat senang bergaul, tidak takut pada siapapun dan tidak peduli mainan semahal apapun asal ada teman-temannya disekelilingnya.
Sepertinya aku memang butuh panduan motivasi yang sangat kuat (terutama Doa) agar segalanya bisa segera berubah menjadi lebih baik setiap hari.
Sabtu, 22 Agustus 2015
pelupa kronis atau akut?
Rabu, 09 Juli 2014
coretanku
Mencurahkan semua isi hati, kebahagian, kesedihan, kejutan, apa yang kulihat; kudengar; dan kurasakan.
Sebagian orang akan mengutarakan dengan teman-temannya atau seeorang di dekatnya di dalam bus. Tapi orang-orang seperti aku yang lebih suka menyimpannya, memikirkannya dan agak terlambat untuk mengatakannya akan menumpahkan semuanya itu dalam bentuk kalimat-kalimat.
Jangan berfikir tulisanku ini akan sangat indah, karena aku baru belajar dan tampaknya akan terus belajar seumur hidupku.
Menjadi penulis?
Suatu hari aku ingin seperti itu.
Kau tahu? Duduk disebuah restoran ditemani secangkir kopi, dengan notes dan bolpoin yang siaga mencatat ide-ide yang melintas di kepalaku saat itu. Aku akan menikmati momen itu hingga kopiku habis, malam harinya aku akan sibuk sekali di depan laptopku bahkan makanpun aku tak ingat, aku akan tidur di depan laptopku yang masih menyala. Begitu aku terjadi aku melihat ada e-mail masuk mengatakan bahwa tulisanku yang sudah masuk di meja redaksi sebuah majalah akan segera di muat. Aku hanya tersenyum dan kemudian beranjak untuk berolahraga di kompleks depan rumahku. Lalu aku melanjutkan aktfitasku hingga akhirnya aku kembali ke laptopku.
Indahnya mimpiku, apakah itu muluk? Kurasa tidak! Aku punya apa yang aku butuhkan. Lalu apalagi. Aku hanya tinggal memulai.
Jumat, 16 Mei 2014
Cukup dengan percaya
Matius 17:20
Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Kali ini, ayat emas inilah yang menguatkan dan memberiku semangat untuk yakin pada diriku dan kuasa Tuhan. Dengan yakin, kerja keras dan doa tak ada yang mustahil.
Karena pasti semua orang ingin kehidupan dan masa depan yang lebih baik, jika sekarang aku punya waktu dan kesempatan kenapa aku harus menunggu waktu lain. Bisa dikatakan aku bersyukur karena saat ini aku belum punya tanggungan apapun, aku masih bebas dan punya banyak waktu dan aku ingin meraih mimpiku sesegera mungkin.
Karena sukses milik semua orang, dan semua orang berhak memilikinya jadi setiap orang berkewajiban mengusahakannya. Mulai dari saat ini aku akan tekun pada apa yang aku inginkan. Dan seperti ayat di atas jika aku "Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja…. dan takkan ada yang mustahil bagimu"
# im possible
Rabu, 14 Mei 2014
Belajar tidak mengeluh
Saat cobaan dan rintangan yang luar biasa datang bertubi-tubi masakan kita tidak mengeluh? Mustahil, sebagai manusia normal aku juga pernah mengalaminya. Terkadang ingin lari saja dari orang-orang, lingkungan, tempat kerja, keluarga dan sebagainya, tapi setahuku itu tak pernah menyelesaikan masalah, karena dimanapun kita berada masalah akan tetap timbul dengan kadar yang berbeda-beda. Jadi yang bisa kulakukan hanyalah menghadapi dan mengingat hal itu sebagai pembelajaran untuk selanjutnya.
Aku berusaha belajar menjadi dewasa dari setiap masalah, walaupun kerap kali aku harus mengunci kamar dan menangis tanpa suara, hingga aku kelelahan sendiri, lalu aku akan keluar kamar dan kembali menghadapi dan berharap semua segera berlalu.
Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan. Semua orang memilih menjadi dewasa, termasuk aku. Aku merasa tak pernah menjadi dewasa, karena seringkali aku keliru mengambil keputusan. Tapi aku bukanlah orang yang akan terpuruk dalam waktu yang lama, karena aku harus melanjutkan hidupku. Ya, aku selalu bangkit dari keterpurukan dan menyembunyikan rasa sakit di hatiku.
Aku berharap kehidupanku lebih baik dari kemarin, belajar dari masalah, belajar dari orang lain, dan belajar banyak media. Setiap orang yang lahir di dunia akan dibayangi masalah. Dan aku tidak mau hidup dalam lingkaran masalah.
Sabtu, 21 Desember 2013
Sarapan pagi ini
Pagi-pagi membantu persalinan ibu yang janinnya sudah meninggal dalam kandungan. Umurnya memang baru 4 bulan tapi sudah kelihatan berjenis kelamin laki-laki, ya...seperti manusia mini. Kecil sekali. IUFD memang tak bisa diketahui secara jelas penyebabnya.
