Jumat, 16 Mei 2014

Cukup dengan percaya

Matius 17:20
Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. 

   Kali ini, ayat emas inilah yang menguatkan dan memberiku semangat untuk yakin pada diriku dan kuasa Tuhan. Dengan yakin, kerja keras dan doa tak ada yang mustahil.

    Karena pasti semua orang ingin kehidupan dan masa depan yang lebih baik, jika sekarang aku punya waktu dan kesempatan kenapa aku harus menunggu waktu lain. Bisa dikatakan aku bersyukur karena saat ini aku belum punya tanggungan apapun, aku masih bebas dan punya banyak waktu dan aku ingin meraih mimpiku sesegera mungkin.

    Karena sukses milik semua orang, dan semua orang berhak memilikinya jadi setiap orang berkewajiban mengusahakannya. Mulai dari saat ini aku akan tekun pada apa yang aku inginkan. Dan seperti ayat di atas jika aku   "Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja…. dan takkan ada yang mustahil bagimu"

# im possible

Rabu, 14 Mei 2014

Belajar tidak mengeluh

     Saat cobaan dan rintangan yang luar biasa datang bertubi-tubi masakan kita tidak mengeluh? Mustahil, sebagai manusia normal aku juga pernah mengalaminya. Terkadang ingin lari saja dari orang-orang, lingkungan, tempat kerja, keluarga dan sebagainya, tapi setahuku itu tak pernah menyelesaikan masalah, karena dimanapun kita berada masalah akan tetap timbul dengan kadar yang berbeda-beda. Jadi yang bisa kulakukan hanyalah menghadapi dan mengingat hal itu sebagai pembelajaran untuk selanjutnya.

      Aku berusaha belajar menjadi dewasa dari setiap masalah, walaupun kerap kali aku harus mengunci kamar dan menangis tanpa suara, hingga aku kelelahan sendiri, lalu aku akan keluar kamar dan kembali menghadapi dan berharap semua segera berlalu.

    Menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu pilihan. Semua orang memilih menjadi dewasa, termasuk aku. Aku merasa tak pernah menjadi dewasa, karena seringkali aku keliru mengambil keputusan. Tapi aku bukanlah orang yang akan terpuruk dalam waktu yang lama, karena aku harus melanjutkan hidupku. Ya, aku selalu bangkit dari keterpurukan dan menyembunyikan rasa sakit di hatiku.

    Aku berharap kehidupanku lebih baik dari kemarin, belajar dari masalah, belajar dari orang lain, dan belajar banyak media. Setiap orang yang lahir di dunia akan dibayangi masalah. Dan aku tidak mau hidup dalam lingkaran masalah.

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.